Entrepreneur itu Dilahirkan atau Diciptakan?
Halo, apa kabar teman - teman semua? semoga keadaan kita selalu senantiasa sehat dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa ya. Pada blog ini saya akan membahas apa sih Entrepreneur/Wirausaha itu, dan saya disini akan memberikan Opini saya tentang Pembentukan seorang Entepreneur itu sendiri.
Wirausaha adalah sebuah kegiatan Kewirausahaan atau Bisnis mandiri yang setiap sumber daya dan kegiatannya dibebankan kepada pelaku usaha atau wirausahawan terutama dalam hal membuat produk baru, menyusun manajemen operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.
Pada masa pandemi covid-19 saat ini bukan menjadi halangan untuk memulai bisnis maupun belajar tentang bisnis. kita sebagai para kaum milenial seharusnya dapat menjadikan ini sebagai peluang untuk menciptakan atau membuat sebuah usaha yang dapat membantu perekonomian. Nah sebelum merencanakan bisnis tersebut kita harus tau nih, Seorang Entrepreneur/Wirausaha itu Dilahirkan atau Diciptakan sih?
Menurut saya, keduanya merupakan jawaban yang tepat karena
seorang pengusaha sejati tidak mungkin berasal hanya dari salah satunya saja. Dilahirkan (born) berhubungan dengan
bakat dan potensi sang anak yang melekat pada dirinya pada saat lahir ke dunia.
Namun bakat dan potensi saja tidaklah cukup. Diciptakan (Made) menjadi faktor penting lainnya dalam membentuk
karakter dan kepribadian dengan cara membekali sang anak dengan ilmu,
ketrampilan serta lingkungan yang baik.
Hal-hal seperti ini sangat penting diajarkan sejak kecil agar anak tidak manja dan bermalas-malasan. Orangtua juga harus menanamkan sikap mandiri kepada anak, sehingga nanti saat dewasa ia akan tumbuh menjadi seorang pengusaha yang tidak cengeng dan selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi pekerjaannya. Faktor lingkungan juga berpengaruh dalam membentuk karakteristik anak untuk menjadi seorang pengusaha. Para orangtua selalu memberi nasihat yang sama bagi anak-anaknya, “Kamu harus rajin belajar ya, biar nanti kalau sudah besar bisa kerja di perusahaan yang bagus dan mendapat gaji yang besar.” Nasihat seperti ini akhirnya membentuk pola pikir sang anak untuk lebih memilih menjadi karyawan dibanding pengusaha.


Komentar
Posting Komentar